Entry ini asalnya dari comment gue di blog Jackie, merespons entrynya mengenai penggambaran Hibari oleh para penulis fanfic.
1) Many fic writers make Hibari curse, “fuck!” or “i’ll fucking kill you!” especially in Yama Hiba fics or Dino Hiba fics.
Hibari memaki, tapi tidak sesering yang ditulis penulis fic. Hibari termasuk dewasa untuk anak seumurnya (anggap saja dia berumur 15 tahun), namun dia memiliki sisi kekanakan dalam dirinya. Karena itu gue melihat Hibari memaki seperti anak kecil lagi tantrum. Jika dia benar-benar marah, dia akan bicara dengan suara pelan. Hal ini terlihat saat dia muncul waktu Yamamoto-Gokudera dihajar Gamma. Pada adegan itu gue merasa Hibari marah karena suatu hal. Bukannya memaki, dia melampiaskannya dengan menghajar Gamma habis-habisan.
2) When a fic writer writes Dino x Hibari, Hibari tends to be insecure and a spoiled brat. When it’s Hibari x Tsuna, Hibari is confident seme. Which is the truth?
Jika kita berbicara present time, keduanya benar. Entah Hibari gak sadar atau memilih mati daripada mengakui, sebenarnya dia mengakui Dino lebih kuat dari dirinya. Gue dapat pemikiran ini karena melihat Hibari “mau” dilatih oleh Dino. Hibari membenci orang lemah, jadi jika dia mau dilatih Dino, itu pasti karena Dino lebih kuat dan berpengalaman dalam fighting. Seperti gue bilang di atas, Hibari punya sisi kekanakan dalam dirinya. Anak-anak sering berhati-hati pada authoritive atau influential figure. Karenanya gue gak heran kalau Hibari sering digambarkan bit spoiled dan insecure.
Sekarang mengenai Tsuna.Sejak awal Hibari menganggap Tsuna unpredictable. Terkadang dia lemah, di lain waktu sangat kuat. Cuma sayangnya Tsuna lebih sering kelihatan powerless di depan Hibari. Jadi wajar Hibari menganggapnya weakling. Di depan orang yang lebih lemah, manusia sering muncul rasa superiornya. Maka gak aneh penulis fic menggambarkan Hibari sebagai confident seme kalau berpasangan dengan Tsuna.
3) I think Dino is a better fighter than Hibari at least in the beginning of Varia arc
SETUJU BANGET. Dalam kekuatan, mungkin mereka seimbang. Tapi Hibari takkan bisa melampaui Dino dalam hal pengalaman. Dino menjadi kepala keluarga Cavallone sejak umur 13-14. Karena kebodohannya, Dino kehilangan sang ayah. Dia membangun kembali keluarga Cavallone sehingga saat ini mencapai posisi tiga besar. Dino sudah banyak mengalami jatuh-bangun sebagai mafia.
4) Fic writers keep writing Hibari as if he was abused by his parents as a child?
Gue sih condong ke teori Hibari berasal dari keluarga yakuza. Atau bisa juga dia dibesarkan dalam keluarga biasa. Sering banget karakter yang misterius/unik, ternyata berasal dari keluarga yang sangat biasa. XDD Misalnya Himejima dari HanaKimi. Namun gue akui, Hibari ada sedikit kemiripan dengan korban child-abused. ^^;;;
Dilihat dari perkembangan cerita belakangan ini, besar kemungkinan Hibari ada kaitannya dengan salah satu arcobaleno. XDDD
5) People make Hibari very impatient, talk really short words or just stay silent and someone who rarely smiles. I don’t agree with this.
Ini tergantung situasi. Pada dasarnya Hibari adalah orang yang sabar. Tapi kalau sisi kekanakannya muncul, dia bakal bertindak impulsif. Dalam arc Kokuyou., Hibari sendiri yang mengundang masalah. Tindakannya datang ke sarang musuh tanpa penyelidikan terlebih dahulu menurut gue tidak bijaksana dan ceroboh.
Hibari sedikit bicara karena baginya lebih mudah menunjukkan perasaan/pikiran melalui tindakan daripada kata – kata. Dia gak suka basa-basi, Hibari hanya bicara kalau dirasa penting.
6) People thinks Hibari is socially awkward? And that he hates being around people? I don’t think he hates people, he just hates weak people making a big group to bully others?
Yup, Hibari gak pintar bersosialisasi. Dia gak masalah jika ada sedikit orang di dekatnya selama mereka gak ribut.
Hibari sangat misterius, jadi semua ini benar-benar PoV gue mengenai, belum ada bukti kuat benar atau tidak. Hibari menggertak orang yang lemah bukan karena mereka lemah, tapi dia benci orang yang tidak bisa berjuang membela dirinya sendiri. Dia menghajar Yamamoto, Tsuna, dan Gokudera ketika pertama bertemu karena menurutnya mereka itu orang-orang payah.. Setelah Kokuyou arc, Hibari tidak lagi menghajar mereka karena ketiganya terbukti bukan orang-orang payah.
Dalam Future arc, Hibari menolong Tsuna dkk dengan caranya sendiri. Mungkin dalam waktu 9 tahun 10 bulan Tsuna dkk telah berubah sehingga Hibari menganggap mereka seimbang. Beberapa kali TYL! Hibari bilang kekuatan sejati Tsuna itu jauh dan jauh lebih hebat dari yang diperlihatkannya saat ini.
7) Why does Hibari love his school? Oh and is he a ghost of Namimori?
Sedingin apapun dia, menurut gue Hibari sebenarnya sentimental. XDD
8 ) Hibari likes small weak animals?
Yang Hibari suka bukan binatang yang lemah. Gue kutip definisi Cloud Ring
““The drifting cloud on its own path that nothing can bind, the “Cloud Ring.”
“To be the aloof, drifting cloud who protects the family from an independent standpoint, and whom nothing can ever bind.”
Pemegan Cloud Ring itu bebas, tak bisa diperintah kecuali dia bersedia. Dia bagaikan devil’s advocate bagi “famiglia”. Ini cocok dengan kepribadian Hibari yang bertindak sesuai caranya sendiri. Hibari mencintai kebebasan. Burung adalah simbolisasi kebebasan. Burung selalu terbang mengikuti insting, mengikuti jalannya sendiri, tidak terikat oleh gravitasi bumi.
So sorry, I used your journal for squealing shamelessly (warning: long and biased fangirl ahead, beware)
1. G malah gak inget Hibari memaki, the closest incident probably during the sakura-viewing chapter, when he call his subordinate useless and proceeds to beat him down.
Contoh yang paling g ingat adalah Kokuyo arc, ketika Hibari menghadapi Mukuro. Pertama kali berhadapan, Hibari punya alasan untuk marah (namimori-nya diserang tanpa alasan) but aside from the usual kami korosu, Hibari gak memaki-maki Mukuro, bahkan ketika dia (agak) curang dengan menggunakan sakura. Pertamanya, g mengira kalau sakura-kura disease melumpuhkan kemampuan bicara, tapi melihat referensi chapter sebelumnya bahwa Hibari masih bisa berbicara dan terhuyung-huyung keluar dari taman, this seemed not the case. During second fight, Hibari juga nggak lantas merepet ngamuk-ngamuk begitu berhadapan dengan Mukuro (setelah dibebaskan Gokudera).
Image g tentang Hibari adalah dia bukan orang yang throwing tantrum terhadap lawan-lawannya (punya kecenderungan meledek malah, ‘is the puppy up first?’ and ‘you’re ace-kun right?’ ‘nope, you don’t even got one syllable right’) dan setuju 120% kalo lagi bener-bener marah, will unleashed it in action instead. Those ‘kami Korosu’? served as warning for those who are opposed him and his rules – not to used to bully everyone he meets. Hibari bukan orang yang dikit-dikit ngegertak (waktu Ryohei diserang dan waktu Tsuna+Longchamp keliling untuk masuk klub klub (kind of) – terbukti dia bisa bercakap-cakap dengan wajar)
2 & 3. Sampai sekarang g bingung kenapa Hibari bisa mau diajak keluar dari Namimori untuk bertarung dengan Dino. Kemungkinan yang terpikir adalah Dino jauh lebih kuat dari Hibari sampai dia penasaran dan setuju untuk pergi sama-sama sampai dia bisa mengalahkan Dino (let’s assume that Hibari gak pernah mengalahkan Dino satu kali pun), tapi teori ini hanya bisa berlaku kalo kecintaan Hibari terhadap pertarungan > Namimori. Canon facts shows that he could go to Kokuyo to protects Namimori, but I cannot help but ponders what moves him to abandon the precious Namimori only to follows a total stranger in order for fights? his ego? if it’s true then he has a childish side indeed)
4. Memang ada sedikit banyak kemiripan dengan gurunya I-pin XDDD. Tapi yang jelas, kekuatan Hibari itu memang tidak biasa, bisa dibilang sejajar dengan Mukuro (yang notabene bukan anak normal dan punya sejarah abusive childhood). Teori para fans juga mungkin related dengan asumsi bahwa anak dari keluarga normal biasanya tidak cenderung ke arah kekerasan dan bloodthirsty.
Yang terasa ganjil adalah chapter rumah sakit dimana Hibari ngaku alasannya masuk kesana karena dia sedikit flu – pertanyaannya kalau hanya itu sakitnya, kenapa gak istirahat di rumah saja? lain alasannya kalau dia gak punya keluarga yang mau mengurus.
5. no comment, tidak juga, tidak (cukup sering tersenyum malah – walau senyum mengancam sih….).
Satu-satunya kejadian yang mengindikasikan Hibari as very impatient, menurut g adalah ketika Storm Ring Battle selesai, dimana Hibari nyaris di-diskualifikasi karena ingin menghajar Varia. Tapi ini menurut g, gak termasuk impatience – karena dari sudut pandang Hibari (yang gak tahu-menahu soal Ring Battle) – orang-orang ini merusak sekolahnya dan karenanya harus dihukum – ya, pada saat itu juga, karena gak ada alasan itu harus dilakukan besok-besok. Dalam TYL!Arc, Hibari cukup sabar mengajar Tsuna.
Arc Kokuyo menunjukkan bahwa Hibari memang single fighter, dia gak suka berkelompok atau mengandalkan orang lain untuk memenangkan pertarungan. Mungkin ini juga lantaran egonya yang tinggi (yang memang kenyataannya bahwa Hibari bisa menangani semua murid Kokuyo, dan Ken serta Chikusa) – jadi kalau dia bersikap seakan-akan gak butuh bantuan orang lain, itu mungkin ada benarnya juga. Tsuna dkk juga menggarisbawahi ini setiap kali ada kesempatan (‘he won’t be defeated, because Hibari-san is our ACE!’; ‘the strongest guardian – Hibari Kyouya’; etc, etc – makes me wonder whether they’re a closet Hibari’s fanboy sometimes)
6. Problem with Hibari is he doesn’t interact with people, and he hates people who crowds together. Hint that this might be related to bulliers might be correct, since Hibari doesn’t go and hitting people who crowds if they had legal reason for it (otherwise there would be no club activities or committee in Namimori, further evidence supported in the pole-fight chapter, he doesn’t go beating those crowd).
Hibari sepertinya menghormati orang yang kuat, dan ada implikasi kuat bahwa dia benci orang-orang lemah yang berkelompok dan sok jago bersama-sama. Kemungkinan terpikir dari betapa entengnya Hibari menghajar subordinate-nya sendiri juga sama, dia gak mau bawahannya mengandalkan namanya atau berlindung dibawah kelompok Komite Disiplin.
7. Hibari, in my fangirl-biased crack opinion, is the biggest tsundere of all. Dalam Ring Battle dia menyelamatkan Gokudera dan Yamamoto dengan alasan mati di sekolah itu melanggar peraturan. Di Arc TYL, ketika Raid dimulai, Hibari bilang gak mau bertempur bersama-sama dan pergi menghadapi para penyusup dari Milefiore sendirian. Hibari sengaja tinggal di markas (bisa saja dia mengungsi), karena kalau tidak ditahan disana, musuh akan menyadari bahwa Tsuna dkk tidak ada, dan bisa-bisa ditarik kembali ke Milefiore HQ.
Sebenarnya dari sifat Hibari yang cenderung gak bergaul, posisinya mungkin lebih tepat jadi CEDEF daripada jadi guardian (meskipun lebih tepat lagi sebenarnya kalau dia jadi komisaris polisi di distrik Namimori daripada jadi anggota keluarga Mafia sih…..)
8. and the fact that Hibird is deadly cute can’t hurt as well. Menurut KHR comm, Hibari versi anime juga cukup lunak pada anak-anak seperti I-pin (semoga saja sikapnya pada TYL!I-pin nantinya gak berubah, jadi g punya alasan untuk pairing ini hehehe sorry, Ryohei, tapi fakta bahwa I-pin naksir Hibari itu canon! canon!)
haaah, jadi lega banget *back to lurkdom*
By: alter on February 8, 2008
at 3:24 pm
Alter : Thank you untuk responsnya.
Waktu itu gue pernah ngeluh ke Rune betapa sulitnya mencari fans Reborn dari Indonesia untuk diajak diskusi serius, ternyata lo muncul. 
Gak apa kok nulis panjang lebar, malah gue senang karena comment lo bisa berguna juga untuk mengingatkan in case ada yang gue missed.
By: Ryuu Nagareboshi on February 9, 2008
at 7:23 pm
diskusi serius? fufufu, cuma fangirl’s rambling kok (hehehe jadi malu yak).
Bicara soal fans, emang jarang banget yang tahu soal seri ini – mungkin lantaran gak/belum diterbitin di Indo kali ya (padahal bisa dikatakan cukup sejajar dengan eyeshield atau bleach)
By: alter on February 11, 2008
at 3:10 pm