Posted by: Ryuu Nagareboshi | March 25, 2009

Sinar Mas ‘Forest and Climate Criminal

Pada Tanggal 19 Maret 2009, para aktivis Greenpeace melakukan aksi damai di kantor pusat Sinar Mas Group Di Jakarta yang merupakan operator dari perusahaan minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia dan juga mengoperasikan industry bubur kertas yang terbesar di Asia, meminta untuk segera dihentikannya penghancuran serta pengrusakan hutan di Indonesia yang dilakukan perusahaan tersebut.

Greenpeace telah memonitor operasi Sinar Mas di propinsi Riau, Sumatra, Kalimantan Barat , dan Papua selama beberapa tahun terakhir dan baru-baru ini mendapatkan bukti baru pengrusakan yang terus dilakukan Sinar Mas Grup di wilayah ini. Sinar Mas juga siap melakukan ekspansi besar-besaran karena mereka menguasai wilayah konsesi yang belum ditanami seluas 200.000 hektar berupa hutan tropis dan mempunyai rencana untuk mendapatkan konsesi seluas 1,1 juta hektar lagi, sebagian besar di Papua.

Kami melakukan aksi karena Sinar Mas dan Pemerintah Indonesia gagal melakukan pengehentian pengerusakan gambut dan hutan yang mengancam kestabilan iklim kita. Kita sedang menghadapi ancaman terbesar yang mungkin terjadi pada umat manusia yakni bencana iklim, dan perusahaan seperti Sinar Mas terus merusak hutan dan lahan gambut, yang seharusnya dilindungi untuk untuk generasi masa depan dan untuk menjaga stabilitas iklim.

Greenpeace menyerukan dihentikannya dengan segera semua ekspansi ke dalam hutan dan lahan gambut yang dilakukan oleh Sinar Mas dan perusahan-perusahaan lainnya. Kami juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk segera menerapkan penghentian sementara (moratorium) terhadap segala bentuk konversi hutan untuk menata kembali pengelolaan hutan kita. Hal ini juga akan membantu memangkas gas rumah kaca yang dihasilkan oleh Indonesia, tetapi juga akan menjaga kekayaan keanekaragaman tropis dan melindungi penghidupan masyarakat yang bergantung pada hutan di seluruh Indonesia.

Apabila Anda juga merasakan kekhawatiran yang sama dengan kami atas hutan kita yang semakin habis, saya mendorong Anda untuk mengakses petisi ini tulis dan serukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Salam,

Bustar Maitar
Juru Kampanye Hutan

Greenpeace hadir karena bumi yang rapuh ini perlu suara.


Leave a response

Your response:

Categories